Friday, February 23, 2018



Problem keputihan boleh dibilang merupakan problem klasik yang dialami oleh banyak kaum wanita. Sayangnya masih banyak wanita yang tidak tahu menahu mengenai masalah ini dan penyebab keputihan. Mereka seringkali menyepelekan masalah keputihan dan menganggapnya sudah biasa. Tetapi apakah keputihan itu memang normal dan tidak perlu ditakutkan?

Cairan putih yang keluar dari vagina sebenarnya memiliki fungsi yang penting dalam sistem reproduksi wanita. Cairan tersebut dibuat oleh kelenjar-kelenjar di dalam vagina dan serviks, kemudian menghanyutkan sel-sel mati dan bakteri keluar. Fungsinya ini membuat vagina tetap bersih dan membantu mencegah terjadinya infeksi.

Sering kali, keputihan adalah hal yang wajar. Jumlah, bau, dan warna cairan keputihan yang keluar dapat bervariasi, tergantung pada siklus menstruasi Anda. Sebagai contoh, biasanya akan ada lebih banyak cairan keputiha yang keluar apabila siklus menstruasi sedang dalam tahap ovulasi, atau ketika Anda sedang menyusui atau ketika terangsang secara seksual. Bau keputihan mungkin jadi berbeda pada masa kehamilan atau jika Anda tidak menjaga kebersihan organ reproduksi.

Perubahan-perubahan tadi biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi apabila warna, bau, atau kekentalan dari cairan keputihan tampaknya aneh (khususnya jika disertai dengan rasa gatal atau sensasi terbakar di vagina), itu bisa jadi tanda-tanda infeksi atau penyakit dan perlu diberi perhatian khusus.

Apa Penyebab Keputihan yang Tidak Normal?
Perubahan apapun dari keseimbangan normal bakteri di vagina dapat memengaruhi bau, warna, dan tekstur cairan keputihan. Beberapa hal yang bisa mengganggu keseimbangan bakteri yakni:

Penggunaan antibiotik atau steroid

  • Vaginosis bakterial—infeksi bakteri yang sering dialami oleh wanita hamil atau wanita yang berganti-ganti pasangan seks.
  • Penggunaan pil KB
  • Kanker serviks
  • Penyakit menular seksual—infeksi klamidia atau gonorea
  • Diabetes
  • Cairan pencuci vagina dan sabun yang diberi pewangi
  • Infeksi panggul setelah operasi
  • Penyakit radang panggul
  • Trikomoniasis, infeksi parasit yang biasanya disebabkan oleh hubungan seks tanpa pengaman
  • Atrofi vagina—penipisan dan pengeringan dari lapisan luar vagina selama menopause
  • Vaginitis—iritasi di vagina atau sekitarnya
  • Infeksi jamur


JENIS-JENIS KEPUTIHAN YANG TIDAK NORMAL DAN KEMUNGKINAN PENYEBABNYA



  • Berdarah atau kecoklatan—siklus mentruasi tidak teratur, kanker serviks, atau kanker endometrial. Gejala yang menyertai: perdarahan vagina yang abnormal dan nyeri panggul
  • Keruh atau kekuningan—penyakit menular seksual gonorea. Gejala yang menyertai: Perdarahan diluar waktu menstruasi, beser, dan nyeri panggul.
  • Berbusa, kekuningan, atau kehijauan dan berbau—penyakit trikomoniasis. Gejala yang menyertai: Rasa sakit dan gatal ketika buang air kecil.
  • Merah muda—peluruhan lapisan dinding rahim setelah melahirkan (lokia).
  • Kental, putih, lengket—infeksi jamur. Gejala yang menyertai: Pembengkakan atau nyeri di sekiat vulva, gatal-gatal, dan sakit saat berhubungan seks.
  • Putih, abu-abu, atau kekuningan dan berbau amis—vaginosis bakterial. Gejala yang menyertai: Gatal-gatal atau sensasi terbakar, kemerahan, dan pembengkakan di vagina atau vulva.

AGEN ROSE V . 2017 Copyright. All rights reserved. Blog Templates Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates